Langkah pertama yang krusial adalah memastikan drum bebas dari residu kimia berbahaya. Ini bukan sekadar formalitas—sisa bahan kimia dari penggunaan sebelumnya bisa mematikan bibit lele dalam hitungan hari. Pilih drum yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan bahan makanan atau cairan yang aman.
Untuk membersihkan drum secara menyeluruh, potong bagian atas drum secara menyamping sekitar 1/8 bagian. Kemudian campurkan tanah dengan pupuk kandang sebanyak 0,5 hingga 1 kilogram ke dalam drum yang sudah diisi air. Diamkan selama dua minggu hingga muncul jentik-jentik—tanda bahwa zat kimia sudah ternetralisir dan mikroorganisme baik mulai berkembang.
Baca juga: Budidaya Ikan di Drum Plastik, Solusi Ternak Ikan Tanpa Lahan Luas
Menyiapkan Air yang Optimal
Setelah proses pembersihan, isi drum dengan air sumur, air hujan, atau air sungai hingga setengah atau tiga perempat tinggi drum. Hindari air ledeng yang mengandung kaporit karena bisa membahayakan ikan. Jika terpaksa menggunakan air ledeng, endapkan terlebih dahulu selama 24 jam agar klorin menguap.
Untuk mempercepat pematangan air, tambahkan cairan EM4 sesuai dosis pada kemasan. Dalam beberapa hari, air akan berubah warna menjadi lebih gelap—indikasi bahwa ekosistem mikroorganisme sudah terbentuk dan siap untuk penebaran bibit.
